Aset adalah? Pengertian aset dan Jenis – Jenisnya

Pengertian Aset

Aset adalah semua kekayaan yang didapatkan dari operasional usaha secara langsung atau tak langsung dan dapat diukur dalam satuan uang. Aset atau yang juga disebut sebagai aktiva ini dalam laporan keuangan biasanya dicantumkan dengan saldo normal debit.

Aset juga masuk dalam pencatatan neraca di laporan keuangan dalam beberapa kategori karena jenis aset memang cukup banyak. Di sini kami akan berikan informasi selengkapnya untuk Anda tentang aset!

Jenis Jenis Aset

Jenis – jenis aset perlu dipahami karena akan berkaitan dengan operasional usaha yang dijalankan. Aset yang berupa uang merupakan jenis yang sangat mudah dicairkan dan akan sangat dibutuhkan dalam operasional usaha, berbeda dengan aset yang masih dalam bentuk harta bukan dalam bentuk uang.

Agar lebih jelas, penjelasannya tentang jenis – jenis aset sebagai berikut :

  1. Aset lancar
  2. Aset tidak lancar

Aset lancar

Aset lancar adalah harta atau aktiva yang berbentuk uang atau mudah diubah dalam bentuk uang dengan waktu yang relatif singkat yaitu kurang dari satu tahun. Beberapa contoh aset lancar terdiri dari :

  1. Uang kas
  2. Piutang tertagih
  3. Investasi jangka pendek
  4. Persediaan barang dagang

Jadi piutang ketika tertagih maka sifatnya akan segera berubah menjadi uang, pun begitu dengan barang dagang akan menjadi bagian dari aset karena bisa berubah menjadi kas ketika terjual. Jadi, sifat dari aset lancar ini adalah sangat penting karena akan berkaitan dengan operasional harian usaha yang dijalankan. Perputarannya pun sangat cepat.

Aset tidak lancar

Aset yang disebut sebagai aset tidak lancar adalah aset yang tidak mudah diubah ke dalam bentuk uang dalam waktu singkat. Masa manfaat dari jenis aset ini lebih dari 1 tahun.

Aset lancar sendiri terdiri atas beberapa bagian, yaitu :

  1. Aset tetap
  2. Aset tidak berwujud
  3. Aset jangka panjang (investasi)

Aset tetap

Aset tetap adalah aset yang sifatnya permanen dengan masa manfaat lebih dari 1 tahun dan juga memiliki biaya penyusutan seiring dengan berjalannya waktu. Aset tetap biasanya kehadirannya tidak untuk diperjualbelikan, melainkan dipakai untuk kebutuhan operasional dalam bisnis.

Contoh aset tetap aset lancar adalah bangunan, tanah, mesin dan juga kendaraan.

Aset tidak berwujud

Aset tidak berwujud termasuk jenis aset yang tak terukur karena aset ini tidak dapat untuk dilihat, disentuh atau pun dirasakan secara fisik akan tetapi dapat diidentifikasi secara ekonomi dan kepemilikannya pun dilindungi oleh Undang – Undang. Sebagai contoh aset tidak berwujud di antaranya merk dagang, hak paten, hak guna bangunan, hak sewa dan juga franchise.

Aset jangka panjang (investasi)

Aset jangka panjang atau investasi merupakan aset yang meliputi semua jenis investasi jangka panjang berupa penanaman modal di perusahaan lain. Kehadiran aset ini adalah untuk mengontrol perusahaan lain dan tentunya mendapatkan keuntungan yang lebih besar.

Karakteristik Aset

Kalau bicara tentang karakteristik aset, maka bicara tentang sifat dari aset itu sendiri. Berikut beberapa hal terkait karakteristik aset atau sifat – sifat aset yang perlu dipahami di antaranya :

Memiliki manfaat ekonomi untuk saat ini dan masa yang akan datang

Baik milik pribadi atau perusahaan, yang dimaksud aset adalah harta. Sifatnya bisa memberikan manfaat ekonomi baik di masa kini atau di masa yang akan datang. Baik yang sudah berbentuk uang yang bisa digunakan untuk operasional, atau yang masih belum berwujud uang, keberadaan aset sangat penting.

Aset bisa diperjualbelikan

Aset merupakan hasil pembelian di masa lalu yang bisa dijual di masa depan. Sifatnya dapat diperjualbelikan karena aset memiliki nilai ekonomi seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya. Aset pun kedudukannya dapat ditukar dengan sesuatu yang lain yang bernilai sama dengan aset yang dimiliki tersebut.

Dapat berpindah tangan

Sifat aset adalah dapat berpindah tangan baik berpindah tangan karena pemberian, hibah, atau karena transaksi pembelian yang mengubah kedudukan neraca dalam laporan keuangan perusahaan.

Dikuasai perusahaan atau perorangan

Aset bersifat dimiliki atau dikuasai oleh suatu perusahaan supaya dapat menghasilkan nilai yang lebih tinggi. Aset bisa berasal dari kepemilikan pribadi atau dibeli dengan modal sendiri, berasal dari hibah atau warisan atau diberi hak pemakaian oleh orang lain  yang sifatnya bisa dimanfaatkan dan dikuasai oleh perorangan atau perusahaan yang terkait.

Mampu memberikan manfaat di masa depan

Suatu harta bisa disebut aset jika memiliki sifat atau karakteristik produktif. Artinya suatu aset harus mampu menambah kas dan mengurangi hutang.

Selain itu, aktiva juga dapat menghasilkan barang dan jasa, dapat digunakan untuk melunasi semua hutang atau kewajiban perusahaan karena transaksi di masa lalu, memenuhi kebutuhan bisnis dan juga dapat ditukar dengan aktiva bentuk lain yang bernilai setara dengan aset yang akan dikorbankan.

Melalui aset yang Anda miliki, tentu saja Anda dapat secara lebih nyaman dalam mengatasi masalah keuangan dengan cara menjualnya atau menjadikannya sebagai jaminan untuk meminjam uang ke bank.

Oleh sebab itu, bagi pelaku usaha yang memang sudah memiliki keuntungan usaha, pastikan agar Anda menyisihkannya beberapa persen untuk membeli aset yang nantinya akan menguntungkan bagi keberlangsungan dan operasional usaha Anda jangka panjang.

Leave a Comment