5 Contoh Usaha Mikro dan Makro dan Pengertiannya

Salah satu penggerak utama dari roda perekonomian suatu negara termasuk Indonesia adalah usaha mikro dan makro yang dijalankan oleh masyarakat.

Ada banyak contoh usaha mikro dan makro, keduanya juga merupakan pengentas utama dari jumlah pengangguran di berbagai wilayah.

Keduanya pun tak hanya bermunculan di daerah perkotaan seperti ibukota tapi juga pedesaan. Sebagian orang awam mungkin mengira bahwa kedua istilah ini memiliki makna yang sama, namun sebenarnya ada perbedaan.

Agar tak salah memahami, berikut definisi dan masing-masing contohnya.

Pengertian Usaha Mikro dan Makro 

Pengertian-Usaha-Mikro-dan-Makro

Bisa dibilang bahwa contoh usaha mikro dan makro itu tidak terhingga. Jumlahnya sangat banyak dan di berbagai bidang.

Namun sebelum mengetahui contohnya, pahami dulu pengertian dari masing-masing jenis ini seperti berikut: 

1. Usaha Mikro

Usaha mikro merupakan jenis usaha yang paling umum di berbagai negara termasuk Nusantara dan merupakan 75% dari semua pengusaha sektor swasta yang menyediakan lebih dari 10% pekerjaan di sektor swasta. 

Pengertian usaha mikro menurut isi dari Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 mengacu pada usaha kecil milik perorangan yang mempekerjakan sedikit orang dan memiliki jumlah aset bersih maksimal Rp 50.000.000. 

Bagi individu yang ingin mendapat pemasukan tambahan, sedang mencari ide pekerjaan sampingan, atau mungkin tidak puas dengan pekerjaan saat ini dan ingin alih profesi, maka bisnis mikro menjadi pilihan tepat untuk dijalankan.

Sebuah usaha mikro biasanya beroperasi dengan jumlah karyawan kurang dari 10 orang.

Usaha tersebut dimulai dengan sejumlah kecil modal dan umumnya mengkhususkan diri dalam menyediakan layanan atau barang untuk wilayah lokal.

Meskipun kecil, namun jenis usaha ini tidak hanya berhasil membantu meningkatkan kualitas hidup dari si pemilik tapi juga menambah nilai ekonomi lokal, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan daya beli masyarakat sekitar.

2. Usaha Makro

Definisi dari usaha makro adalah kebalikan dari usaha mikro, yaitu usaha berukuran besar yang biasanya bukan milik satu orang saja namun dalam bentuk perseroan terbatas yang memiliki banyak karyawan.

Modal awalnya bisa sampai milyaran, dan memiliki jumlah omset hingga ratusan atau bahkan milyaran. 

Usaha makro seringkali memiliki cakupan wilayah yang luas / besar, dan bisa juga hingga ke beberapa negara lain. Ada juga usaha makro yang bahkan sudah menyebar ke benua lain.

Secara umum, lingkungan bisnis makro mencakup tren produk domestik bruto (PDB), penyerapan tenaga kerja dalam jumlah besar, pengeluaran dan pendapatan juga sangat besar, serta berpengaruh terhadap inflasi, kebijakan moneter dan fiskal.

Contoh Usaha Mikro dan Makro

Inilah masing-masing contoh usaha mikro dan makro di berbagai bidang yang mungkin bisa memberikan Anda inspirasi untuk membuka bisnis kecil sendiri atau yang lebih besar bersama dengan teman:

A. Usaha Mikro

1. Toko Sembako

Toko-Sembako

Jika ingin mencoba bisnis yang tidak membutuhkan keterampilan khusus, membuka toko sembako mini di depan rumah bisa menjadi salah satu ide terbaik. 

Sesuai namanya, toko ini bisa diisi dengan barang-barang kebutuhan sehari-hari seperti beras, gula, minyak, sabun, deterjen, pasta gigi, kopi, rokok, snack anak-anak, minuman kemasan, dan lainnya.  

Jika dapat memberikan harga yang bersaing, toko sembako bisa dengan mudah memiliki banyak pelanggan karena sembako tentunya akan terus dibutuhkan.

2. Toko Roti

Toko-Roti contoh usaha mikro dan makro

Keterampilan membuat aneka roti bisa menjadi modal terbaik untuk membuka toko roti sendiri.

Seperti semua jenis makanan lainnya, roti selalu memiliki banyak peminat dan bahkan target pasarnya luas karena bisa dikonsumsi oleh semua tingkat usia. 

Asalkan dapat membuat rasa yang lezat, harganya kompetitif, dan bisa berinovasi agar pelanggan tidak mudah bosan, toko roti kecil bahkan bisa berkambang menjadi besar dalam waktu singkat.

3. Warung Makan

Warung-Makan

Ada banyak jenis warung makan sederhana yang bisa dicoba, mulai dari berjualan nasi uduk sebagai menu sarapan, bubur ayam, nasi pecel, nasi goreng, ayam bakar / goreng, atau warteg yang menyajikan beberapa menu.

4. Laundry Kiloan

Laundry-Kiloan

Tidak seperti 10 tahunan silam, usaha mikro yang satu ini sudah menjamur di berbagai kota dan kabupaten di Indonesia.

Penyebab utamanya tentu saja karena permintaan pasar yang terus meningkat. 

Tak bisa dipungkiri bahwa kini jasa cuci baju memang sangat dibutuhkan, terutama oleh orang-orang yang memiliki aktivitas padat.

Secara garis besar, bisnis ini sangat menjanjikan dan jauh dari kata rugi selama dijalankan dengan cara yang benar. Lebih baik lagi jika lokasinya dekat dengan kos-kosan.

Laundry kiloan kecil bisa dimulai dengan menyiapkan 1 unit pengering, 2-3 mesin cuci, 1-2 setrika, etalase, rak pakaian, buku nota, deterjen, pewangi, hanger, dan kantong plasik.

Sedangkan untuk area jemur, bisa memanfaatkan tanah kosong di samping atau depan rumah.

5. Olshop Fashion

Olshop-Fashion

Tak hanya usaha offline, bisnis mikro juga mencakup sistem online seperti fashion online shop.

Jadi selain pakaian, Anda bisa juga mencoba menjual produk fashion lain seperti sepatu, tas, kaos kaki, aksesoris rambut, topi, hijab, dll.

B. Usaha Makro

1. Franchise Minuman

Franchise-Minuman contoh usaha mikro dan makro

Franchise minuman termasuk contoh usaha mikro dan makro sekaligus karena skalanya bisa kecil atau besar tergantung seberapa populer merk dari minuman tersebut. Misalnya saja “Starbucks”.

Brand ini awalnya diawali dari bisnis kecil yang terus dikembangkan hingga akhirnya mendunia seperti sekarang.

2. Supermarket Kem Chicks

Supermarket-Kem-Chicks contoh usaha mikro dan makro

Meskipun sangat populer, tapi mungkin tidak semua orang tahu bahwa Supermarket Kem Chicks adalah miliki seorang pengusaha legend Bob Sadino. 

Supermarket yang salah satunya ada di daerah Kemang Raya, Jakarta Selatan ini menyediakan aneka bahan makanan berkualitas yang sebagian besar pelanggannya adalah ekspatriat.

Supermarket besar ini juga diawali dari usaha mikro bahkan dari lini yang berbeda.

3. Taksi Blue Bird

Taksi-Blue-Bird

Tak hanya di bidang kuliner, bisnis makro juga mencakup lini bisnis lain seperti alat transportasi, dan salah satu yang paling populer di Indonesia adalah Taksi Blue Bird.

Konon, usaha ini terlahir dari keterpurukan sang pemilik dan dimulai dengan modal sangat minim dalam bentuk 2 unit sedan bekas.

Sang pendiri perusahaan ini adalah Mutiara Djokosoetono, dan kini perusahaan dipegang oleh Purnomo Prawiro yang merupakan putranya.

Berawal dari bisnis taksi gelap tanpa argo, kini Blue Bird sudah menjamur di berbagai kota besar di Indonesia dengan jumlah karyawan ribuan dan omset milyaran.

4. Kalbe Farma

Kalbe-Farma

Menjadi salah satu perusahaan farmasi paling besar di Tanah Air, Kalbe Farma rupanya dimulai dari sebuah toko obat kecil di garasi pribadi. 

Usaha ini didirikan oleh seorang dokter alumni Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia bernama Boenjamin Setiawan. Bahkan saat awal berdiri, usaha ini khusus menjual obat cacing saja.

5. Alfamart

Alfamart

PT Sumber Alfaria Trijaya atau lebih populer dengan nama Alfamart menjadi salah satu ritel terbesar di Tanah Air yang dimiliki oleh keluarga Djoko Susanto. 

Dimulai pada tahun 1999 dengan kantor pusat di Tangerang, kini kantor cabang Alfamart sudah berjumlah 32 buah di seluruh Indonesia dengan jumlah gerai mencapai 17.538 unit.

Berdasarkan daftar contoh usaha mikro dan makro di atas, dapat disimpulkan bahwa usaha yang saat ini terlihat begitu besar dulunya juga dimulai dari usaha kecil yang terus dikembangkan selama puluhan tahun.

Jadi, jangan berkecil hati jika saat ini bisnis Anda masih terlihat kecil.

Leave a Comment

x