Syarat Top Up Pinjaman BFI dan Tipe Pinjamannya

Syarat top up pinjaman BFI – Top up pinjaman bukanlah hal yang asing bagi para debitur. Pihak lembaga pembiayaan, seperti BFI, terkadang malah menawarkan top up ini tanpa diminta oleh debitur.

Dengan demikian, debitur dapat memperoleh tambahan pinjaman hanya dengan memenuhi syarat top up pinjaman BFI.

Mengenal BFI?

Mengenal-BFI syarat top up pinjaman bfi

BFI  merupakan salah satu lembaga pembiayaan non-bank yang paling tua di Indonesia.

Perusahaan ini sudah menyediakan layanan berbagai jenis pinjaman sejak tahun 1982. Perusahaan ini juga sudah mencatatkan sahamnya BEI sejak tahun 1990.

Mengingat fakta-fakta di atas, tak heran jika BFI memiliki beberapa keunggulan.

1. Terpercaya

Untuk masalah kepercayaan, BFI sudah tidak perlu diragukan lagi. Calon debitur tidak perlu takut tertipu ketika mengajukan pinjaman ke perusahaan pembiayaan ini.

Prosedur yang dijalankan dalam memberikan layanan selalu sesuai dengan standar dan tidak merugikan pihak manapun.

Selain itu, pengalamannya selama hampir 40 tahun dalam bisnis pembiayaan telah membuktikan bahwa perusahaan ini betul-betul dapat dipercaya.

Tanpa kepercayaan debitur, tentu saja BFI tidak akan bertahan hingga saat ini dan berkembang sebesar sekarang. 

2. Cabang Tersebar di Seluruh Daerah

BFI memiliki lebih dari 300 kantor cabang yang tersebar dari ujung barat hingga ujung timur Indonesia.

Dengan adanya banyak cabang yang tersebar luas ini, para debitur tidak akan kesulitan dalam mendapatkan layanan dari perusahaan pembiayaan ini.

Di samping itu, BFI juga memiliki layanan online yang dapat dijangkau dari mana saja.

Sehingga, debitur yang tidak sempat mendatangi kantor cabang bisa mengakses layanan online tersebut.

3. Syarat Pengajuan Pinjaman Mudah

Calon debitur tidak akan kesulitan dalam memenuhi syarat pengajuan pinjaman karena syarat pinjaman di BFI yang mudah.

Bahkan, syarat top up pinjaman BFI pun juga mudah, tidak jauh berbeda dari lembaga pembiayaan lain.

Secara umum, BFI akan meminta calon debitur untuk mengumpulkan syarat dokumen berupa dokumen agunan, slip gaji, dan fotokopi KTP, NPWP, serta buku tabungan.

Sedangkan syarat agunannya juga mudah, misalnya kendaraan berumur maksimal 10 tahun.

4. Bunga Ringan, Plafon Tinggi

BFI menawarkan bunga pinjaman ringan dan plafon pinjaman tinggi. Suku bunga pinjaman tersebut sangat kompetitif, contohnya pinjaman berjaminan BPKB memiliki bunga 0,95% per bulan.

Selain itu, BFI dikenal dengan plafon pinjamannya yang tinggi. Nilai pinjaman yang dapat diperoleh debitur adalah hingga 80% dari nilai agunan.  

Tipe Pinjaman BFI

Lembaga pembiayaan ini mempunyai tiga produk pinjaman utama.

1. Pinjaman Berjaminan BPKB Motor

Pinjaman-Berjaminan-BPKB-Motor syarat top up pinjaman bfi

Para pemilik kendaraan roda dua alias motor dapat mengajukan pinjaman di BFI dengan menjaminkan BPKB motornya.

Bunga pinjaman ini besarnya sekitar 2,25% per bulan dengan tenor maksimal 18 bulan. Minimum nilai pinjaman yang dapat diperoleh adalah 1 juta rupiah.

Proses pencairan pinjaman ini dapat selesai dalam waktu satu hari saja jika debitur memberikan syarat lengkap.

Mengenai syarat status BPKB, BFI mengizinkan debitur untuk menjaminkan BPKB  atas nama sendiri ataupun atas nama pasangan.

2. Pinjaman Berjaminan BPKB Mobil

Pinjaman-Berjaminan-BPKB-Mobil syarat top up pinjaman bfi

Selain BPKB motor, Anda juga dapat mengajukan pinjaman dengan agunan BPKB mobil.

BPKB ini dapat berstatus atas nama sendiri atau pasangan. Bunga pinjaman tersebut hanya 0,95% per bulan dengan tenor maksimal 48 bulan. 

Pinjaman berjaminan BPKB Mobil memiliki plafon minimal 10 juta dan proses approval 2 hari jika semua syaratnya terpenuhi.

3. Pinjaman Berjaminan Sertifikat Rumah

Pinjaman-Berjaminan-Sertifikat-Rumah syarat top up pinjaman bfi

Jenis pinjaman ini memiliki bunga yang lebih ringan daripada bunga dua pinjaman lainnya, yaitu hanya 0,9% per bulan.

Tenor dan plafon minimalnya juga lebih tinggi, yaitu tenor maksimal 60 bulan dan plafon minimal 70 juta.

Sertifikat yang dapat digunakan sebagai agunan adalah sertifikat atas nama sendiri atau pasangan.

Namun, pinjaman berjaminan sertifikat rumah membutuhkan proses approval hingga 11 hari.

Top Up Pinjaman: Jenis dan Pertimbangannya

Top-Up-Pinjaman-Jenis-dan-Pertimbangannya syarat top up pinjaman bfi

Bagi debitur yang sudah memiliki pinjaman di lembaga pembiayaan ini dapat mengajukan top up pinjaman jika memenuhi syarat top up pinjaman BFI. Sebelum mengajukannya, debitur sebaiknya memahami lebih banyak tentang top up pinjaman.

1. Jenis Top Up Pinjaman

Top Up Pinjaman Terpisah

Jenis top up ini memungkinkan debitur untuk memperoleh uang segar, bukan uang sisa pelunasan pinjaman terdahulu.

Dengan kata lain, debitur yang melakukan top up pinjaman terpisah akan memiliki dua pinjaman yang harus dilunasi.

Beberapa debitur mungkin akan merasa keberatan karena harus membayar dua angsuran pinjaman.

Sehingga, mereka cenderung menghindari jenis top up pinjaman tersebut.

Top Up Pinjaman Gabungan 

Pada jenis top up pinjaman ini, debitur hanya akan memiliki satu pinjaman karena pinjaman terdahulu dilunasi oleh bank dengan menggunakan pinjaman yang baru. Dengan demikian, debitur hanya mendapat uang sisa saja.

Meski demikian, top up pinjaman gabungan terasa lebih ringan karena debitur hanya perlu membayar satu pinjaman saja. Akan tetapi, angsuran pinjaman ini tetap sesuai dengan plafon pinjaman terakhir dan begitu pula tenornya. 

3. Pertimbangan Top Up Pinjaman

Mengajukan top up pinjaman memang dapat membantu debitur mengatasi masalah kebutuhan keuangan tertentu. Namun, debitur tetap harus mengajukannya dengan penuh pertimbangan. 

Salah satu hal yang harus dipertimbangkan adalah jenis kebutuhan yang harus dipenuhi.

Jika top up pinjaman dilakukan untuk keperluan kebutuhan produktif, misalnya modal kerja, maka debitur dapat terus melanjutkan proses pengajuan top up tersebut.

Namun, jika top up pinjaman hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan konsumtif yang kurang penting, maka sebaiknya tidak dilakukan.

Sebelum mengajukan top up, debitur juga perlu mempertimbangkan kemampuan mereka dalam membayar angsuran.

Syarat Top Up Pinjaman BFI

Syarat-Top-Up-Pinjaman-BFI

Cara mengajukan top up pinjaman di BFI tak jauh beda dengan cara mengajukan top up pinjaman di bank lain.

Pertama-tama, debitur perlu datang langsung ke kantor cabang BFI, tempat mereka mengajukan pinjaman pertama.

Jika staff BFI telah memberi lampu hijau bagi debitur untuk mengajukan top up pinjaman, mereka perlu memenuhi dan mengumpulkan syarat top up pinjaman BFI.

Syarat dokumen yang harus dikumpulkan hampir sama seperti syarat pengajuan pinjaman baru BFI.

Beberapa syarat tersebut adalah:

  1. Fotokopi KTP
  2. Slip Gaji
  3. Fotokopi NPWP
  4. Fotokopi buku rekening
  5. Fotokopi tagihan listrik selama beberapa bulan terakhir.

Mengapa debitur diminta untuk mengumpulkan kembali syarat dokumen di atas?

BFI perlu melakukannya karena mereka perlu mengetahui perubahan yang mungkin terjadi pada kondisi finansial debiturnya. 

Melalui syarat top up pinjaman BFI  tersebut, staff BFI dapat mengetahui apakah debitur memiliki lebih banyak tabungan di bank, mengalami kenaikan gaji, dan kenaikan pengeluaran.

Selain itu, mereka akan menaksir ulang nilai agunan. Sehingga, mereka dapat menentukan plafond maksimal dengan bijaksana.

Untuk mengetahui syarat top up pinjaman BFI yang lebih detail, debitur dapat menghubungi BFI via situs atau kantor cabang.

Perlu diketahui bahwa debitur dengan rekam jejak angsuran lancar akan memiliki kesempatan besar untuk mendapatkan top up pinjaman dari BFI.

Namun bagi kamu yang merasa belum yakin untuk melakukan pinjaman di BFI, kamu dapat membaca artikel berikut ini tentang review pinjaman BFI Finance, semoga dapat menjadi referensi bagi anda yang akan mengajukan pinjaman.

Leave a Comment

x